(IslamToday ID) – Hari ini Rabu (3/4/2025) Presiden Donald Trump akan mengumumkan tarif resiprokal terhadap mitra dagang AS, sebagai upaya untuk memangkas defisit perdagangan global.
Menurut Gedung Putih, kebijakan tersebut mungkin segera berlaku.
“Kurangnya timbal balik berkontribusi terhadap besarnya defisit perdagangan tahunan kami dan terus-menerus telah menguras industri maupun tenaga kerja utama,” kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt dalam jumpa pers pada Selasa (1/4/2025).
“Namun, hari-hari ketika Amerika ditipu, mulai besok sudah berakhir,” ujarnya, menambahkan.
Leavitt juga mengonfirmasi bahwa tarif tambahan sebesar 25 persen untuk semua mobil yang dibuat di luar AS sebagaimana diumumkan Trump pekan lalu, akan berlaku sesuai rencana pada Kamis (3/4/2025).
Leavitt menuding, “Terlalu banyak negara asing menutup pasar mereka secara tidak adil untuk ekspor AS.”
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa tarif yang menargetkan barang-barang dari seluruh dunia akan segera berlaku.
Gedung Putih mengatakan Trump akan mengumumkan serangkaian tarif baru pada Rabu pukul 16.00 waktu Washington D.C. (UTC-4), yang disebutnya sebagai “Hari Pembebasan”.
Pengumuman tersebut akan disampaikan pada acara bertajuk “Make America Wealthy Again” di Rose Garden di Gedung Putih.
Skala dan cakupan hambatan perdagangan, yang dapat menimbulkan kekacauan ekonomi global, sebagian besar belum diketahui.
Namun, Trump mengatakan tarif kenaikan pajak impor yang direncanakannya tidak akan selalu sama dengan tarif yang ditetapkan oleh negara lain atas impor dari AS, yang menunjukkan bahwa tarif tersebut akan jauh lebih rendah daripada yang awalnya digembar-gemborkannya.
Washington Post melaporkan pada Selasa bahwa pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan tarif sekitar 20 persen atas sebagian besar impor asing. Namun, Leavitt tidak mengungkapkan rincian tarif tersebut sebelum pengumuman resmi dari Trump. [ran/ant]