(IslamToday ID) – Pemerintah China menangkap dan menahan tiga warga negara Filipina yang dicurigai sebagai mata-mata. Hal ini semakin memperburuk hubungan kedua negara di tengah konflik batas wilayah perairan di Laut China Selatan, antara Beijing dan Manila.
Kantor Berita Xinhua melaporkan, Kementerian Keamanan Negara China mengklaim, ada sejumlah bukti terjadinya kegiatan mata-mata atau spionase yang melibatkan warga negara Filipina di Negeri Tirai Bambu tersebut. Tiga orang yang dituduh tersebut adalah David Servañez, Albert Endencia dan Nathalie Plizardo.
Ketiganya, menurut laporan Xinhua, mendapat tuduhan telah bekerja untuk Manila dan melakukan tugas-tugas intelijen rahasia di China.
Penahanan warga negara asing di tengah konflik politik juga pernah terjadi yang menyebabkan hubungan diplomatik China dengan negara tersebut semakin panas. Pada 2018, dua warga negara Kanada ditangkap hanya beberapa hari setelah seorang eksekutif Huawei Technologies Co. ditahan.
Pada kasus ini, Lembaga Penyiaran Pemerintah China merilis video pengakuan dari ketiga orang tersebut pada Kamis lalu. Isinya, ketiganya mengaku menyesal atas tindakan tersebut.
“Warga negara Filipina di Tiongkok seharusnya menjadi jembatan penting untuk mempromosikan persahabatan Tiongkok-Filipina, tetapi mereka telah dieksploitasi oleh agen spionase Filipina dan berubah dari ‘jembatan persahabatan’ menjadi ‘sarang mata-mata’,” kata CCTV.
Juru bicara Departemen Luar Negeri Filipina tidak segera menanggapi permintaan komentar. Media Filipina sendiri pernah menulis laporan tentang tiga warga Filipina ditahan di provinsi Hainan, China, bulan lalu. Akan tetapi, belum ada konfirmasi yang jelas apakah dua hal ini berkaitan.
Sebelumnya, Manila juga menuduh seorang warga negara China melakukan kegiatan mata-mata di negaranya. Hal ini diungkap usai kepolisian Filipina menangkap seorang warga negara China yang dibantu dua rekannya asal Filipina, Januari lalu.
Saat itu, Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengatakan “sangat terganggu” oleh operasi spionase terhadap militer dan penjaga pantai.
Bulan lalu, pihak berwenang Filipina mengatakan bahwa mereka telah menemukan sebuah jaringan yang terdiri dari ratusan orang yang diduga mata-mata Tiongkok, sebuah operasi yang jauh lebih luas daripada yang diungkapkan sebelumnya.
“Baru-baru ini, Filipina telah mengarang beberapa kasus mata-mata Tiongkok dan mereka telah membuat praduga bersalah tanpa fakta yang jelas dan mencoba menjelek-jelekkan dan mempolitisasi kasus-kasus ini,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, dalam konferensi pers rutin hari Kamis.
“Kami dengan tegas menolak hal tersebut dan telah menyampaikan pernyataan tegas.”[sya]