(IslamToday ID) – Saham-saham Asia dan indeks saham berjangka Amerika Serikat (AS) dan Eropa berguguran pada Kamis (3/4) pagi waktu setempat usai pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait “tarif timbal balik” global.
Pengumuman tarif itu memicu eskalasi kekhawatiran akan perang dagang yang dapat mendorong dunia ke dalam resesi.
Berbicara di Rose Garden Gedung Putih, Trump pada Rabu (2/4) mengatakan bahwa dia akan memberlakukan “tarif dasar minimum” sebesar 10 persen untuk semua impor sembari mempresentasikan grafik yang menunjukkan bea masuk lebih tinggi pada beberapa mitra dagang terbesar AS, termasuk 20 persen untuk Uni Eropa, 24 persen untuk Jepang, 34 persen untuk China, dan 49 persen untuk Kamboja.
Dampak pengumuman tarif itu terasa di seluruh pasar global setelah para investor mencerna berita tersebut dalam semalam.
Pada Rabu pukul 18.35 WIB atau Kamis pukul 07.35 WIB, kontrak berjangka untuk Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing anjlok 2,43 persen, 3,6 persen dan 4,35 persen.
Minyak mentah berjangka juga turun lebih dari 2,5 persen, dan harga mata uang kripto terpukul, dengan Bitcoin turun di bawah 83.000 dolar AS setelah pengumuman tarif AS tersebut.
Sementara itu, emas mencapai rekor harga tertinggi di atas 3.160 dollar AS per ons karena para investor berbondong-bondong membeli aset-aset yang aman.
Indeks acuan Nikkei 225 Jepang jatuh 4,6 persen tidak lama setelah dibuka ke level terendah dalam delapan bulan di angka 34.102,00.
Para analis memperingatkan adanya tekanan lebih lanjut karena yen yang lebih kuat, didorong oleh permintaan aset yang aman, sehingga akan membebani ekspor
Indeks Harga Saham Gabungan Korea mengawali sesi dengan turun hampir 3 persen.
Meskipun para investor telah mengantisipasi pemberlakuan tarif ini selama sepekan terakhir, langkah-langkah hukuman terbaru Washington ternyata lebih agresif daripada yang diperkirakan.
“Tarif yang diumumkan berada di ujung ekstrem dari perkiraan,” kata Gary Clyde Hufbauer, seorang peneliti senior di Peterson Institute for International Economics, kepada Xinhua.
“Sulit untuk melihat AS menghindari resesi. Pertumbuhan dunia akan turun 1 persen atau lebih,” ujar dia.
Terlepas dari klaim Trump bahwa tarif yang lebih tinggi akan membantu menghasilkan pendapatan bagi pemerintah dan merevitalisasi manufaktur AS, para ekonom memperingatkan bahwa langkah-langkah tersebut akan menaikkan harga bagi konsumen dan bisnis AS, mengganggu perdagangan global, dan merugikan ekonomi global.
“Langkah ini merupakan eskalasi signifikan dari pertarungan dagang Trump dan kemungkinan besar akan mengguncang ekonomi global, menaikkan harga-harga bagi konsumen dan produsen Amerika serta memicu aksi balasan dari negara-negara lain,” demikian dilaporkan oleh The New York Times.[sya]