(IslamToday ID) – Pemerintah Taiwan pada Jumat (04/04/2025) mengumumkan alokasi dana bantuan sebesar NT$88 miliar (setara Rp44 triliun) untuk membantu perusahaan-perusahaan lokal yang terdampak tarif baru dari Amerika Serikat (AS).
Dalam konferensi pers, Perdana Menteri Taiwan Cho Jung-tai menjelaskan bahwa dari total dana tersebut, sekitar NT$70 miliar akan dialokasikan untuk sektor manufaktur, sementara NT$18 miliar ditujukan bagi sektor pertanian. Anggaran tersebut berasal dari dana khusus yang masih harus mendapatkan persetujuan parlemen.
Cho menyebut, produk Taiwan seperti elektronik, perangkat teknologi informasi, baja, dan suku cadang otomotif diperkirakan akan terdampak signifikan akibat tarif baru AS. Sementara itu, ekspor teh dan ikan kemungkinan akan mengalami penurunan permintaan konsumen atau kehilangan daya saing.
Sebagaimana diketahui, Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah bersiap menerapkan tarif impor sebesar 32% untuk produk asal Taiwan, sebagai bagian dari kebijakan “tarif resiprokal” yang diumumkan pada Rabu lalu. Untuk saat ini, tarif tersebut belum diberlakukan terhadap sejumlah produk semikonduktor, namun Trump telah memberikan sinyal bahwa langkah itu bisa segera menyusul.
Citigroup Inc menyatakan bahwa tarif sebesar 32% tersebut jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Taiwan pun diperkirakan akan mempercepat dialog dagang dengan AS, dengan fokus pada peningkatan pembelian produk AS dan investasi di sektor manufaktur Amerika.[sya]