(IslamToday ID) – Lebaran Idul Fitri selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh pada Ramadhan, umat Muslim merayakan kemenangan dengan hati yang bersih dan jiwa yang kembali fitrah.
Namun, lebaran tidak hanya tentang perayaan, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki diri. Salah satu hal penting yang sering terlupakan adalah menjaga konsistensi ibadah setelah Ramadhan berakhir.
Pendakwah karismatik sekaligus Wakil Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengingatkan, bahwa momentum usai lebaran bisa menjadi waktu terbaik untuk memperbaiki ibadah, terutama sholat wajib yang sering dianggap remeh oleh sebagian orang.
Dalam sebuah ceramahnya, Ustadz Adi Hidayat menegaskan bahwa banyak orang tanpa sadar mengabaikan kewajiban sholat. “Padahal, sholat adalah tiang agama yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun,” kata Ustadz Adi Hidayat dalam keterangan tertulis yang diterima ITD News, Kamis (3/4/2025).
Salah satu hal yang ditekankan UAH adalah hukum meninggalkan sholat wajib. UAH menyebut, banyak orang meremehkan dosa ini, padahal dampaknya sangat besar dalam pandangan agama.
“Meninggalkan sholat dengan sengaja bukan sekadar dosa biasa. Dalam ajaran Islam, tindakan ini termasuk dosa besar yang memiliki konsekuensi berat di akhirat,” ucap UAH.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, Al-Qur’an sendiri menyebutkan bahwa orang yang meremehkan sholat dikategorikan sebagai munafik. Sementara itu, kata UAH, bagi yang dengan sengaja meninggalkan sholat, ancamannya lebih besar lagi.
Neraka Jahanam, kata UAH, disebut sebagai tempat bagi orang-orang yang melalaikan sholatnya. Hal ini menunjukkan bahwa ibadah sholat tidak bisa dianggap sepele.
Ustadz Adi Hidayat mengingatkan, bahwa meninggalkan sholat bukan hanya perbuatan dosa, tetapi juga dapat memutus hubungan seorang hamba dengan Allah.
Ketika seseorang meninggalkan sholat, kata UAH, hatinya menjadi lebih keras dan sulit menerima kebaikan. Keimanan pun semakin melemah dan mudah tergoda oleh kemaksiatan.
UAH mengatakan, usai lebaran, banyak orang bertekad untuk menjadi lebih baik. Namun, niat tersebut harus diwujudkan dalam tindakan nyata, salah satunya dengan menjaga sholat lima waktu.
Ia menambahkan, memulai kembali kebiasaan sholat bisa dilakukan dengan memperbaiki niat dan membangun kesadaran bahwa ibadah ini adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Selain itu, lanjut UAH, disiplin dalam menjalankan sholat juga bisa diperkuat dengan mencari lingkungan yang mendukung, seperti berkumpul dengan orang-orang yang rajin beribadah.
Bagi yang selama ini masih sering meninggalkan sholat, langkah pertama yang harus dilakukan kata UAH, adalah bertaubat dan berkomitmen untuk tidak mengulanginya lagi.
Momen Mendekat dengan Allah SWT
Ustadz Adi Hidayat mengungkapkan, Allah Maha Pengampun dan selalu membuka pintu taubat bagi siapa saja yang ingin kembali ke jalan yang benar. Yang terpenting adalah niat yang sungguh-sungguh untuk berubah.
Selain itu, kata dia, memperbanyak doa dan meminta pertolongan kepada Allah agar diberikan kemudahan dalam menjalankan sholat juga menjadi cara yang sangat dianjurkan.
Usai lebaran, UAH menyebut, jangan hanya fokus pada kebahagiaan duniawi. Perbaiki ibadah dan jadikan momen ini sebagai awal untuk lebih dekat dengan Allah.
UAH menjelaskan, konsistensi dalam menjalankan sholat lima waktu akan membawa ketenangan hati dan keberkahan dalam hidup. Jangan sampai Ramadhan hanya menjadi momen sesaat tanpa adanya perubahan yang nyata.
Ustadz Adi Hidayat menutup pesannya dengan mengingatkan, bahwa menjaga sholat bukan hanya untuk kebaikan di akhirat, tetapi juga akan membawa dampak positif dalam kehidupan di dunia.
“Jangan menunda kebaikan. Jika selama ini masih sering lalai dalam sholat, sekaranglah waktunya kita berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” pungkas pemilik Quantum Akhyar Institute itu. [nfl]